KabarDewan
Dishub Kota Bandung Kerjakan Pembangunan Halte Guna Wujudkan BRT
Jumat, 6 Maret 2026
Maman
Oleh: Edi Kusman
KabarDewan
Diskominfo kota Bandung
Kendaraan yang nantinya akan digunakan guna melayani BRT

KABARDEWAN.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyebut total terdapat 232 titik halte yang akan dibangun di wilayah Kota Bandung sebagai bagian dari pengembangan layanan BRT di kawasan Cekungan Bandung. Pengerjaan halte itu ditujukan untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT).

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Ferlian Hadi menjelaskan, pembangunan halte tersebut merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan yang mencakup wilayah Cekungan Bandung.

“Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi,” ujarnya, di Balaikota Pemkot Bandung, Jum'at 6 Maret 2026. 

Menurut Ferlian ratusan halte tersebut tersebar di 22 kecamatan di Kota Bandung dan terbagi ke dalam tiga jenis.

Dari 232 titik halte di Kota Bandung, sebanyak 172 titik merupakan bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter, serta 4 titik berupa big shelter.

Untuk halte berukuran besar atau big shelter, rencananya akan dibangun di empat lokasi strategis, yaitu Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.

Jika melihat status jalan, sebanyak 38 titik halte berada di jalan nasional, 45 titik di jalan provinsi, dan 149 titik di jalan kota.

Selain halte off corridor, juga akan dibangun halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT. Jumlahnya sekitar 37 titik dengan konsep jalur terpisah menggunakan separator, serupa dengan sistem busway.

“Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lainnya,” jelas Felian.

Adapun saat ini, pembangunan halte off corridor sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, terdapat sekitar 27 titik yang telah mulai dikerjakan.

Beberapa di antaranya berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Moch. Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, serta Jalan Merdeka.

"Pekerjaan halte itu saat ini masih berada pada tahap awal seperti pembongkaran dan persiapan lahan," kata Ferlian.

Ferlian menuturkan, berdasarkan timeline dari Kementerian Perhubungan, pembangunan halte BRT baik on corridor maupun off corridor ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bandung turut berperan mendukung pelaksanaan pembangunan, mulai dari membantu proses perizinan hingga penyiapan lahan.

“Setelah pembangunan selesai, pengelolaan BRT nantinya berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat sudah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk pengoperasiannya,” kata Ferlian.

Ke depan, layanan BRT juga akan diintegrasikan dengan transportasi yang sudah ada. Angkutan kota direncanakan akan berperan sebagai feeder yang mengumpankan penumpang menuju koridor BRT.*

Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
KabarDewan
Portal berita yang mengupas kinerja Anggota Dewan dan sinerginya dengan Pemerintah.
Jl. Cimencrang No. 100 Gedebage Bandung
+62-22-63733512
redaksi [@] kabardewan.com
© 2026 KabarDewan | dashboard
Alive by hanesdev