KABARDEWAN.COM – Cabang Olahraga beladiri di Kota Bandung, kini tak hanya menjadi bagian dari organisasi olahraga para petarung semata, melainkan sudah merambah menjadi bagian dari partai politik.
Adalah Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bandung yang menginisiasi regenerasi atlit muda berbakat dan bermental pejuang. Ini menjadi tanggung jawab para politisi Partai Golkar dan organisasi kemasyarakatan yang berafiliasi ke Partai Golkar dalam memberikan perhatian serius terhadap kemajuan cabang olahraga beladiri di Kota Bandung.
“Kita butuh generasi atlet beladiri berprestasi. Jadi semua harus bergerak, bukan hanya cabor atau pengurus. Saya meminta para kader partai ikut mendorong para atlet untuk berprestasi,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung Edwin Senjaya, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin 2 Februari 2026.
Menurut Edwin, dengan lahirnya generasi atlit yang handal, justru akan membawa harum nama Kota Bandung, karena mereka bisa bersaing di kancah nasional, pun internasional.
“ Ini kesempatan besar mengangkat nama Bandung. Maka kita butuh dukungan dari semua pihak yang peduli pada Cabor beladiri ini,” ujarnya.
Ide lahir para kader muda Golkar menjadi atlet berprestasi di cabang olahraga beladiri, selanjutnya berawal dari keresahannya melihat gaya hidup anak muda saat ini.
“Saya melihat anak muda saat ini mageran (susah gerak), kurang olahraga, kurang menjalani pola hidup sehat. Padahal kesehatan itu sesuatu yang penting,” tukasnya.
Oleh karena itu, kader muda Golkar Kota Bandung terdorong untuk melakukan kegiatan positif salah satunya melalui olahraga beladiri ataupun pencak silat. Edwin mengungkap, pelatihan dilakukan di sasana Bandung Fighting Club dan Satria Negara Fighting Camp yang berada di bawah naungan Partai Golkar Kota Bandung.
Artinya Golkar bukan hanya sebagai sebuah partai politik, tapi kita juga merangkul generasi-generasi muda agar mereka terbiasa dalam budaya hidup yang sehat karena mengamalkan olah raga bela diri, hidup penuh disiplin sekaligus berprestasi, kata pimpinan DPRD Kota Bandung ini.
Di tempat yang sama, pendiri sekaligus Ketua Satria Negara Fighting Camp Agung Satria Negara menerangkan, sasana Bandung Fighting Club dan Satria Negara Fighting Camp ini kebetulan mengikuti pelatihan khusus Brazillian Jiu Jitsu di klub BJJ yang sama yaitu Lowen BJJ, yang pembinanya adalah Edwin Senjaya.
Agung menyebut, bermaksud mengirimkan 19 atlet ke Copa da Indonesia, ajang kompetisi Brazil Jiu-Jitsu terbesar di Indonesia. Dalam ajang itu, para atlet meraih prestasi gemilang dengan menyabet 11 medali emas, 6 perak, dan 1 perunggu.
Alhamdulillah yang dididik di sini berasal dari Bandung Fighting Club yang mana Pak Haji Edwin Senjaya sebagai pembinanya, termasuk juga di Satria Negara Fighting Camp, imbuhnya.
Ke depan, diutarakan Agung, tengah mempersiapkan para atlet untuk bertarung di ajang One Pride, serta Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XV pada November mendatang. Tak hanya itu, ada sejumlah ajang lain yang akan diikuti para atlet muda tersebut sepanjang tahun ini.
“Mudah-mudah dengan pembinaan dari Pak Haji Edwin, kader-kader Golkar ini bisa membawa nama baik partai, nama baik camp-nya masing-masing. Minimal di Asia kita bisa berbicara banyak,” tutur Ketua Baladhika Karya Kota Bandung ini
Salah seorang atlet peraih emas di Copa da Indonesia, Dedina Mariana mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya. Hal ini terlepas dari pelatihan dan dukungan yang diberikan Edwin Senjaya dan tim kepelatihan di klub. Sosok yang akrab disapa Dede menilai olahraga khususnya beladiri menjauhkan dirinya dari pengaruh negatif di lingkungan.
“Alhamdulillah, kami di-support terus sama pembina-pembina kami untuk berada di jalan yang memang berprestasi. Tapi bukan hanya untuk berprestasi, dibangun pula kesehatan fisik dan mentalnya,” tukas atlet Sambo ini.
Pada kesempatan yang sama, Caesar Rizki Al Jabar, atlet gulat bersyukur dapat meraih medali emas di Copa da Indonesia sekaligus medali emas BK Porprov Gulat 2025, POPDA Gulat 2025, POPDA Gulat 2023, serta Kejurnas IBCA MMA 2022. Prestasi ini tak lepas dari dukungan keluarganya yang bergelut di dunia beladiri.
"Sebelumnya di tinju. Cuma karena dorongan ayah yang melihat peluang di gulat cukup besar, saya menekuni cabang ini. Alhamdulillah, dapat meraih prestasi baik di cabang gulat ini. Masuk sekolah juga lewat prestasi, semoga kuliah juga bisa melalui prestasi.*
Mengurai Ketimpangan Pesta Kemenangan Persib, Edwin Senjaya Soroti Moral Generasi Muda Kota Bandung
5 hari yang lalu
Disdik Kota Bandung Ingatkan Praktik Jual Kursi SPMB Langgar Undang-Undang
1 minggu yang lalu
Lindungi Masyarakat dari Penjualan Obat Ilegal, PSI Dorong Regulasi BPOM Perkuat Pengawan
1 minggu yang lalu
Revisi Peraturan Tata Tertib DPRD, Dudy Tegaskan Fokus pada Pengawasan Internal
1 minggu yang lalu