KABARDEWAN.COM - Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, Terorisme "IRET" kemungkinan besar merujuk pada ideologi ekstremis terorisme. Pengaruh ideologi ini dianggap sebagai ancaman nyata yang berpotensi mengganggu kestabilan dan keselamatan umat.
Ancaman ini tidak hanya berupa kekerasan fisik tetapi juga penyebaran ideologi radikal dan ekstrem, melalui berbagai cara seperti propaganda bold atau pengaruh pribadi.
Penyebaran melalui digital, medsos, game dan lain-lain perlu diwaspadai. Ini semua hanya media/sarana. Tetapi "IRET" sudah menjadi ancaman nyata. Bahkan ada siswa SD dan SMP yang sudah terpapar faham ini.
“Solusinya adalah membangun karakter dan pemahaman kebhinekaan. Tanamkan keberagaman sejak dini,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Cristian Julianto Budiman, usai acara sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyebaran faham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Aula SMA BPI, Jalan Burangrang, Kota Bandung, Kamis, 27 November 2025.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menegaskan bahwa lingkungan sekolah menjadi salah satu sasaran empuk penyebaran paham radikal. “Untuk melindungi pelajar dari ancaman ini, sekolah harus menjadi ruang aman dan tempat menanamkan karakter,” tukasnya.
Cris menjelaskan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya "IRET" sangat penting. Selain itu pentingnya menjaga wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
Ini harus disadari kerena kita tidak pernah memilih untuk dilahirkan sebagai suku apa, di keluarga mana. Sehingga perbedaan latar belakang yang beragam ini harus menjadi kekuatan dan keindahan bangsa ini. Pemahaman ini harus dibangun, agar adanya ajakan/mendengar IRET, anak-anak sudah memiliki pemahaman yang benar, tuturannya.
Jangan lupa pula tambah Cris, generasi saat ini tumbuh dan berkembang bersama kemajuan teknologi. Mereka lebih mudah menerima informasi. Jika tidak membesar-besarkan, paham-paham IRET ini dapat lebih mudah masuk dan dianggap sebagai kebenaran, kata Sekretaris DPD PSI Kota Bandung ini
Ia juga secara khusus mengimbau para siswa untuk mewaspadai beberapa aplikasi permainan (game) yang berpotensi mempengaruhi pola pikir menjadi radikal dan menyebabkan seseorang tidak mampu mengontrol diri hingga terlibat dalam aktivitas yang mempengaruhi game tersebut.*
Mengurai Ketimpangan Pesta Kemenangan Persib, Edwin Senjaya Soroti Moral Generasi Muda Kota Bandung
5 hari yang lalu
Disdik Kota Bandung Ingatkan Praktik Jual Kursi SPMB Langgar Undang-Undang
1 minggu yang lalu
Lindungi Masyarakat dari Penjualan Obat Ilegal, PSI Dorong Regulasi BPOM Perkuat Pengawan
1 minggu yang lalu
Revisi Peraturan Tata Tertib DPRD, Dudy Tegaskan Fokus pada Pengawasan Internal
1 minggu yang lalu