KABARDEWAN.COM - Momentum Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November dimaknai sudah sejauh mana pemerintah daerah mampu melindungi serta memberdayakan anak-anak
Hal ini juga menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, yang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
Anggota Komisi IV DPRD Bandung Christian Julianto Budiman mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama DPRD terus berupaya dalam memperkuat fasilitas publik yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Sebagai Penyelenggara Pemerintahan di Kota Bandung, kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Salah satu caranya melalui penyediaan sarana bermain, taman-taman, pendidikan yang baik, dan layanan kesehatan yang memadai,” ujar politisi PSI ini, di Gedung DPRD Bandung, Kamis 20 November 2025.
Ia menegaskan bahwa kesejahteraan anak harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Keberadaan ruang publik yang ramah anak dan jaminan akses pada pendidikan serta kesehatan yang berkualitas merupakan fondasi utama yang harus terus diperkuat.
“Poin pentingnya, kesejahteraan anak-anak supaya betul-betul,” tukasnya.
Selain itu Cris juga menyoroti masih adanya kekerasan atau perundungan di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung, jumlah laporan kekerasan di sekolah hingga Oktober 2025 tercatat sekitar 120 kasus.
"Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan harus melakukan langkah-langkah strategis untuk menghentikan bullying di lingkungan sekolah dan melindungi anak-anak kita dari kekerasan verbal ataupun fisik," ujarnya.
Kota Bandung, diutarakan dirinya, telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Maka itu, ditekankan Chris, Pemkot Bandung harus memastikan anak-anak mendapatkan haknya dari pendidikan hingga perlindungan. Terlebih kasus penculikan anak tengah marak di sejumlah wilayah Tanah Air.
"Orangtua berperan penting dalam mencegah anaknya dari pelaku penculikan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Mudah-mudahan kasus-kasus yang terjadi di wilayah lain menjadi pelajaran penting bagi kita semua, khususnya kepada orangtua untuk senantiasa menjaga anaknya," ucap politisi Partai Solidaritas Indonesia ini.
Selain itu, lanjut Chris, fenomena digitalisasi merupakan tantangan serius yang perlu dihadapi secara komprehensif. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi sasaran algoritma negatif yang dapat menyebabkan adiksi gawai, hoaks, cyberbullying, hingga manipulasi data pribadi.
"Orang tua tidak hanya mengajarkan anak untuk menggunakan perangkat lunak atau mengakses informasi bukan lagi cukup. Lebih penting adalah membekali mereka dengan kesadaran kritis terhadap algoritma, perlindungan privasi, hingga pemahaman kontekstual seputar etika berteknologi,” jelasnya.Chris mengucapkan selamat Hari Anak Sedunia kepada seluruh anak di Indonesia, dan berharap setiap langkah anak-anak dimana pun mereka berada dapat dipenuhi rasa kebahagiaan dan kesempatan yang luas untuk meraih impiannya.
“Selamat Hari Anak Sedunia untuk semua anak Indonesia. Semua anak berarti, semua anak berharga, dan semua anak pasti akan berperan dalam pembangunan. Mari kita jaga anak-anak kita,” pungkasnya.*
Mengurai Ketimpangan Pesta Kemenangan Persib, Edwin Senjaya Soroti Moral Generasi Muda Kota Bandung
5 hari yang lalu
Disdik Kota Bandung Ingatkan Praktik Jual Kursi SPMB Langgar Undang-Undang
1 minggu yang lalu
Lindungi Masyarakat dari Penjualan Obat Ilegal, PSI Dorong Regulasi BPOM Perkuat Pengawan
1 minggu yang lalu
Revisi Peraturan Tata Tertib DPRD, Dudy Tegaskan Fokus pada Pengawasan Internal
1 minggu yang lalu